Kamis, 27 Maret 2014

fanfiction "Return"



 

Return







Author : minHa
Cast :
Choi siwon
Kang ji yeon
Lenght : oneshoot


-
Siwon  pov
Dengan mengendarai mobil sedan hitam ku, aku menuju sebuah hutan. Entah kenapa rasanya aku ingin sekali menuju kesana. Aku pun sampai disebuah hutan yang tidak cukup menyeramkan untuk sebuah hutan. Aku berjalan memasuki hutan itu dan disambut oleh daun-daun yang berguguran disana.

Saat berjalan mata ku tertuju pada patahan kapur tulis yang tidak sengaja aku injak. Aku pun memungut patahan kapur itu. seketika seorang anak gadis berjalan didepan ku. aku mengikuti arah gadis itu berjalan. Gadis itu berjalan menuju sebuah piano putih dihutan itu. dia duduk di bangku kecil di dibelakang piano sambil memainkan tuts-tuts piano. Dia menoleh kearah ku memandangi ku sekilas kemudian  tersenyum.

Saat aku akan mendekati gadis itu, seorang anak laki-laki mendahului ku dan menghampiri gadis itu. dengan senyum mengembang dibibir mereka, mereka pun memainkan not-not nada di piano tersebut. Aku pun mendekati mereka, tapi aku kehilangan anak laki-laki yang sedang duduk bersama dengan gadis itu. entah diamana dia berada. Aku duduk disamping gadis kecil itu dan ikut memainkan piano. dia tersenyum kearahku. Aku pun membalas senyumnya.

Saat aku Asik bermain piano itu, gadis itu beranjak dari tempatnya dan berlari sambil melihat ku kebelakang. Aku mengikutinya. Gadis itu berlari menuju sebuah pintu dan masuk kedalam pintu tersebut.  Aku menatap heran pintu itu. tanpa pikir panjang aku pun memegang gagang pintu kemudian membukanya.

Seketika aku sudah berada di sebuah lorong sekolah. Iya, itu sekolah ku ketika aku masih duduk disekolah menengah dulu. sungguh ajaib  ketika aku kembali kememori ku yang telah usang. Memori saat aku masih sekolah dulu. 

Aku melihat gadis itu yang memasuki ruangan kelasnya. Aku pun mengikutinya dan berhenti di sebuah jendela kaca dan memandang suasana ruang kelas.

“ji yeon-ah, mana PR mu?” tanya seorang guru pada anak kecil yang ia panggil ji yeon. Jiyeon? Apakah itu ji yeon ku?

“jeosohamnida ssaem, aku lupa membawanya” kata gadis itu sambil menunduk

“baiklah kau keluar dan berdiri didepan kelas hingga jam pelajaran usai” ji yeon pun berdiri dari bangkunya

“dan kau siwon, mana pekerjaan mu?” tanya guru itu pada anak laki-laki yang pernah aku temui dihutan. Iya, anak itu mirip dengan ku. apakah itu aku?

“jeosohamnida ssaem, aku juga lupa membawanya” jawabnya

“sekarang keluarlah kalian berdua” guru itu menyuruh anak laki-laki dan anak gadis itu keluar dengan memulai berjalan kemeja-meja murid lainnya. Sembari mereka pun berjalan keluar kelas dan menerima hukuman yang diberikan gurunya.

Aku yang masih berdiri didepan pintu itu hanya memperhatikan siwon kecil dan jiyeon kecil yang tengah dihukum. aku merindukan masa itu, ini adalah misteri, ketika aku mengingatnya hatiku terasa merindukannya. ketika mengingatnya seakan aku bisa menyentuhnya dan seakan itu baru kemarin.

Bel istirahat berbunyi saat itu. aku pun memasuki ruangan kelas yang sedang ramai oleh murid-murid yang sedang beristirahat dan duduk diantaranya.

Aku melihat kejadian ketika jiyeon kecil dan siwon kecil sedang membersihkan penghapus papan tulis yang menebal sambil mereka menepuk-nepukan kedua penghapus itu hingga membuat mereka terbatuk-batuk. Ku lihat Ji yeon kecil yang melihat siwon kecil terbatuk-batuk hanya tertawa kecil sambil menatapnya.

Aku juga melihat kejadian ketika jiyeon sedang membersihkan kaca jendela kelasnya. Dengan usilnya aku mengagetinya dari balik kaca jendela itu. aku tertawa puas kala itu. diapun tersenyum lebar kearah ku.

Hari demi hari kami semangkin dekat dan akrab, aku mulai mencintainya saat itu kemanapun dia berada aku terus mengikutinya. Dan apapun yang ji yeon lakukan aku terus mengikutinya dan membantunya.

-
Flash back-
Jiyeon pov
Kelas musik akan segera dimulai aku pun menuju kelas dan duduk di kursi yang dekat dengan piano. Aku mulai meniup seruling ku. hingga tidak lama siwon datang dan duduk di depan piano sambil jari-jariya memainkan tuts-tuts piano. Aku terseyum ketika dia dengan keahliannya memainkan piano itu. seketika senyum ku hilang ketika seorang teman perempuan sekelas ku duduk disebelahnya dan ikut memainkan piano. Aku cemburu melihat keduanya tersenyum, dan bercanda. Aku kembali fokus dengan seruling ku ketika mereka sedang asik bersama.

Setelah kelas musik selesai Aku berjalan menuju keluar kelas dan membawa setumpukkan buku-buku. saat berjalan keluar kelas tiba-tiba seseorang menyentuh pantat ku dan saat itu siwon tepat dibelakangku sambil menunjukkan senyumnya kepadaku, aku yang tanpa bertanya-tanya lagi langsung menampar wajahnya dan meninggalkannya dengan buku-buku itu berhamburan dilantai.
ji yeon pov end

siwon pov
dengan heran aku memegangi pipi ku karena tamparan jiyeon. Aku berbalik badan dan menemukan sudah ada tiga teman laki-laki ku sedang mengintip ku dari balik pintu smbil tertawa. Mungkin karena ulah mereka bertiga yang membuat jiyeon salah sangka terhadap ku.
sepulang sekolah aku mengikuti jiyeon pulang.

“jiyeon-ah, mianhe” kata ku tanpa dihiraukan jiyeon. Jiyeon terus berjalan dan mengabaikan ku
“bukan aku yang melakukannya jiyeon, percayalah” ujar ku mencoba menjelaskan. Lagi-lagi jiyeon hanya diam. Saat aku memegang tangannya, jiyeon menghempaskan tangan ku kemudian dia berjalan cepat meninggalkan ku.

***
Keesokan harinya aku masuk kedalam kelas ku dan membawakan susu kotak yang sudah aku tempel dengan kertas yang aku gambar dengan tiga ekspresi berbeda. Dia mengambil susu kotak itu yang sengaja aku letakan diujung mejanya. Dia tersenyum kecil kemudian menatap ku.
 siwon pov end


-
Jiyeon pov
Dia membawakan susu kotak yang ia letakan diujung meja ku. aku mengambil susu kotak itu kemudian tersenyum kecil ketika aku membaca note yang ia tempel dengan gambar tiga ekspresi berbeda. Aku menatap wajahnya dan sedikit terkejut ketika aku melihat luka dipelipis mata dan bibirnya. dan itu membuat ku sedih. Aku terus saja menatap wajah tampannya tanpa menghiraukan ku sedikit pun.

“siwon, jiyeon... coba kau kerjakan soal-soal dipapan tulis itu” perintah guru matematika kepada kami. Kami pun kedepan dan mulai mengerjakan soal-soal matematka itu dipapan tulis. sambil megerjakan soal-soal itu aku kemabali menatap siwon, namun dia masih tidak menghiraukan ku.

-
Saat jam pelajaran musik berlangsung, aku tetap dengan posisi meniup seruling ku dan siwon memainkan piano tanpa ditemani teman perempuannya disampingnya. Aku menatap wajah siwon dengan meniup seruling ku. kemudian aku sedikit tersenyum.
Aku telah menghilangkan salah satu tuts piano waktu itu.  ini yang membuat siwon memainkan pianonya sendiri tanpa ditemani teman perempuannya. Dan itu sangat membuat ku bahagia.

-
Saat pulang sekolah siwon tiba-tiba merebut tumpukan buku-buku yang aku bawa bermaksud ingin membantuku. Tapi aku menolaknya. Siwon masih saja merebutnya dari tangan ku. hingga akhirnya aku menyerah dan memberikan tumbukan buku-buku itu. di pun berjalan didepan ku sambil aku mengikutinya dibelakang.
jiyeon pov end 

 
***
Aku masih saja mengingat masa-masa itu. masa-masa saat aku pertama kalinya dekat dengan jiyeon. Aku berusaha meyakinkan hati ku jika aku mencintainya. Mencintai wanita yang sudah membuat hari-hari ku berbeda.
Aku melihat diri ku yang sedang berada di ruang kepala sekolah. Aku ingat saat itu aku ditegur oleh kepala sekolah ku karena perkelahian ku dengan ketiga teman ku untuk membela jiyeon. Aku dipanggil kepala sekolah saat itu, juga untuk membicarakan kepindahan ku. Aku akan pindah dari sekolah ini, mengingat ayah ku dipindah tugaskan keluar negeri saat itu.
***

Jiyeon pov
Saat aku melewati ruang kepala sekolah aku melihat siwon sedang berada disana. kepala sekolah sedang menasehatinya. Aku mendengar percakapan mereka. Aku begitu terkejut ketika mendengar bahwa siwon akan pindah dari sekolahnya.
jiyeon pov end

***
Gadis itu menatap ku sedih kemudian berlari meniggalkan ku. aku pun mengikutinya. Kami berada di luar sekolah. Dia menunggu siwon kecil keluar dari ruang kepsek sambil menyenderkan badannya didinding gedung sekolah begitu pula aku. tak lama siwon kecil pun keluar. Jiyeon mencegah langkah ku. aku menatap jiyeon intens saat itu kemudian berjalan meninggalkannya menemui orangtua ku yang sudah menunggu ku diluar.

***
 Jiyeon pov
Aku berdiri dibalik dinding gedung sekolah. Aku menunggu siwon keluar dari ruang kepsek. Beberapa saat kemudian siwon keluar dari ruangan itu. siwon keluar dengan wajah sedih yang tergambar jelas di wajahnya. aku cegah langkahnya. dia hanya menatap ku tanpa berkata apapun. Kemudian dia berjalan meninggalkan ku untuk menemui kedua orangtuanya yang sudah menunggunya diluar.

Aku pun berlari mengejarnya kemudian memanggilnya.
“siwon-ah~~” siwon pun menghentikan langkahnya dan berbalik kearah ku.
Aku memberikan satu tuts piano yang sudah aku lepas beberapa waktu lalu dari piano sekolah ku. siwon pun mengambilnya dari tangan ku. kemudian aku berbalik dan pergi meninggalkannya.
jiyeon pov end 
 
-
Aku kembali melewati pintu yang sudah membawa ku kembali kemasa lalu ku saat bersama jiyeon. Aku mengeluarkan sesuatu dari dalam sakuku. Sebuah tuts piano yang pernah jiyeon berikan kepadaku saat kami berpisah. Kisah yang tidak bahagia aku hanya bisa menyimpannya lalu ketika aku merindukannya aku akan kembali mengingatnya.
Mengingat jiyeon, wanita yang pernah aku cintai yang kini telah pergi meninggalkan ku untuk selama-lamanya.

FIN



Tidak ada komentar:

Posting Komentar