Return
Author : minHa
Cast :
Choi
siwon
Kang
ji yeon
Lenght : oneshoot
-
Siwon pov
Dengan
mengendarai mobil sedan hitam ku, aku menuju sebuah hutan. Entah kenapa rasanya
aku ingin sekali menuju kesana. Aku pun sampai disebuah hutan yang tidak cukup
menyeramkan untuk sebuah hutan. Aku berjalan memasuki hutan itu dan disambut
oleh daun-daun yang berguguran disana.
Saat
berjalan mata ku tertuju pada patahan kapur tulis yang tidak sengaja aku injak.
Aku pun memungut patahan kapur itu. seketika seorang anak gadis berjalan
didepan ku. aku mengikuti arah gadis itu berjalan. Gadis itu berjalan menuju
sebuah piano putih dihutan itu. dia duduk di bangku kecil di dibelakang piano
sambil memainkan tuts-tuts piano. Dia menoleh kearah ku memandangi ku sekilas
kemudian tersenyum.
Saat
aku akan mendekati gadis itu, seorang anak laki-laki mendahului ku dan
menghampiri gadis itu. dengan senyum mengembang dibibir mereka, mereka pun
memainkan not-not nada di piano tersebut. Aku pun mendekati mereka, tapi aku
kehilangan anak laki-laki yang sedang duduk bersama dengan gadis itu. entah
diamana dia berada. Aku duduk disamping gadis kecil itu dan ikut memainkan
piano. dia tersenyum kearahku. Aku pun membalas senyumnya.
Saat
aku Asik bermain piano itu, gadis itu beranjak dari tempatnya dan berlari
sambil melihat ku kebelakang. Aku mengikutinya. Gadis itu berlari menuju sebuah
pintu dan masuk kedalam pintu tersebut.
Aku menatap heran pintu itu. tanpa pikir panjang aku pun memegang gagang
pintu kemudian membukanya.
Seketika
aku sudah berada di sebuah lorong sekolah. Iya, itu sekolah ku ketika aku masih
duduk disekolah menengah dulu. sungguh ajaib
ketika aku kembali kememori ku yang telah usang. Memori saat aku masih
sekolah dulu.
Aku
melihat gadis itu yang memasuki ruangan kelasnya. Aku pun mengikutinya dan berhenti
di sebuah jendela kaca dan memandang suasana ruang kelas.
“ji
yeon-ah, mana PR mu?” tanya seorang guru pada anak kecil yang ia panggil ji
yeon. Jiyeon? Apakah itu ji yeon ku?
“jeosohamnida
ssaem, aku lupa membawanya” kata gadis itu sambil menunduk
“baiklah
kau keluar dan berdiri didepan kelas hingga jam pelajaran usai” ji yeon pun
berdiri dari bangkunya
“dan
kau siwon, mana pekerjaan mu?” tanya guru itu pada anak laki-laki yang pernah
aku temui dihutan. Iya, anak itu mirip dengan ku. apakah itu aku?
“jeosohamnida
ssaem, aku juga lupa membawanya” jawabnya
“sekarang
keluarlah kalian berdua” guru itu menyuruh anak laki-laki dan anak gadis itu
keluar dengan memulai berjalan kemeja-meja murid lainnya. Sembari mereka pun
berjalan keluar kelas dan menerima hukuman yang diberikan gurunya.
Aku
yang masih berdiri didepan pintu itu hanya memperhatikan siwon kecil dan jiyeon
kecil yang tengah dihukum. aku merindukan masa itu, ini adalah misteri, ketika
aku mengingatnya hatiku terasa merindukannya. ketika mengingatnya seakan aku
bisa menyentuhnya dan seakan itu baru kemarin.
Bel
istirahat berbunyi saat itu. aku pun memasuki ruangan kelas yang sedang ramai
oleh murid-murid yang sedang beristirahat dan duduk diantaranya.
Aku
melihat kejadian ketika jiyeon kecil dan siwon kecil sedang membersihkan
penghapus papan tulis yang menebal sambil mereka menepuk-nepukan kedua
penghapus itu hingga membuat mereka terbatuk-batuk. Ku lihat Ji yeon kecil yang
melihat siwon kecil terbatuk-batuk hanya tertawa kecil sambil menatapnya.
Aku
juga melihat kejadian ketika jiyeon sedang membersihkan kaca jendela kelasnya.
Dengan usilnya aku mengagetinya dari balik kaca jendela itu. aku tertawa puas
kala itu. diapun tersenyum lebar kearah ku.
Hari
demi hari kami semangkin dekat dan akrab, aku mulai mencintainya saat itu
kemanapun dia berada aku terus mengikutinya. Dan apapun yang ji yeon lakukan
aku terus mengikutinya dan membantunya.
-
Flash back-
Jiyeon pov
Kelas musik akan segera dimulai aku pun menuju kelas dan
duduk di kursi yang dekat dengan piano. Aku mulai meniup seruling ku. hingga
tidak lama siwon datang dan duduk di depan piano sambil jari-jariya memainkan
tuts-tuts piano. Aku terseyum ketika dia dengan keahliannya memainkan piano
itu. seketika senyum ku hilang ketika seorang teman perempuan sekelas ku duduk
disebelahnya dan ikut memainkan piano. Aku cemburu melihat keduanya tersenyum,
dan bercanda. Aku kembali fokus dengan seruling ku ketika mereka sedang asik
bersama.
Setelah kelas musik selesai Aku berjalan menuju keluar kelas
dan membawa setumpukkan buku-buku. saat berjalan keluar kelas tiba-tiba
seseorang menyentuh pantat ku dan saat itu siwon tepat dibelakangku sambil
menunjukkan senyumnya kepadaku, aku yang tanpa bertanya-tanya lagi langsung
menampar wajahnya dan meninggalkannya dengan buku-buku itu berhamburan dilantai.
ji yeon pov end
siwon pov
dengan heran aku memegangi pipi ku karena tamparan jiyeon.
Aku berbalik badan dan menemukan sudah ada tiga teman laki-laki ku sedang
mengintip ku dari balik pintu smbil tertawa. Mungkin karena ulah mereka bertiga
yang membuat jiyeon salah sangka terhadap ku.
sepulang sekolah aku mengikuti jiyeon pulang.
“jiyeon-ah, mianhe” kata ku tanpa dihiraukan jiyeon. Jiyeon
terus berjalan dan mengabaikan ku
“bukan aku yang melakukannya jiyeon, percayalah” ujar ku
mencoba menjelaskan. Lagi-lagi jiyeon hanya diam. Saat aku memegang tangannya,
jiyeon menghempaskan tangan ku kemudian dia berjalan cepat meninggalkan ku.
***
Keesokan harinya aku masuk kedalam kelas ku dan membawakan
susu kotak yang sudah aku tempel dengan kertas yang aku gambar dengan tiga
ekspresi berbeda. Dia mengambil susu kotak itu yang sengaja aku letakan diujung
mejanya. Dia tersenyum kecil kemudian menatap ku.
siwon pov end
-
Jiyeon pov
Dia membawakan susu kotak yang ia letakan diujung meja ku.
aku mengambil susu kotak itu kemudian tersenyum kecil ketika aku membaca note
yang ia tempel dengan gambar tiga ekspresi berbeda. Aku menatap wajahnya dan
sedikit terkejut ketika aku melihat luka dipelipis mata dan bibirnya. dan itu
membuat ku sedih. Aku terus saja menatap wajah tampannya tanpa menghiraukan ku
sedikit pun.
“siwon, jiyeon... coba kau kerjakan soal-soal dipapan tulis
itu” perintah guru matematika kepada kami. Kami pun kedepan dan mulai
mengerjakan soal-soal matematka itu dipapan tulis. sambil megerjakan soal-soal
itu aku kemabali menatap siwon, namun dia masih tidak menghiraukan ku.
-
Saat jam pelajaran musik berlangsung, aku tetap dengan
posisi meniup seruling ku dan siwon memainkan piano tanpa ditemani teman
perempuannya disampingnya. Aku menatap wajah siwon dengan meniup seruling ku.
kemudian aku sedikit tersenyum.
Aku telah menghilangkan salah satu tuts piano waktu
itu. ini yang membuat siwon memainkan
pianonya sendiri tanpa ditemani teman perempuannya. Dan itu sangat membuat ku
bahagia.
-
Saat pulang sekolah siwon tiba-tiba merebut tumpukan
buku-buku yang aku bawa bermaksud ingin membantuku. Tapi aku menolaknya. Siwon
masih saja merebutnya dari tangan ku. hingga akhirnya aku menyerah dan
memberikan tumbukan buku-buku itu. di pun berjalan didepan ku sambil aku
mengikutinya dibelakang.
jiyeon pov end
***
Aku
masih saja mengingat masa-masa itu. masa-masa saat aku pertama kalinya dekat
dengan jiyeon. Aku berusaha meyakinkan hati ku jika aku mencintainya. Mencintai
wanita yang sudah membuat hari-hari ku berbeda.
Aku
melihat diri ku yang sedang berada di ruang kepala sekolah. Aku ingat saat itu
aku ditegur oleh kepala sekolah ku karena perkelahian ku dengan ketiga teman ku
untuk membela jiyeon. Aku dipanggil kepala sekolah saat itu, juga untuk
membicarakan kepindahan ku. Aku akan pindah dari sekolah ini, mengingat ayah ku
dipindah tugaskan keluar negeri saat itu.
***
Jiyeon pov
Saat aku melewati ruang kepala sekolah aku melihat siwon
sedang berada disana. kepala sekolah sedang menasehatinya. Aku mendengar
percakapan mereka. Aku begitu terkejut ketika mendengar bahwa siwon akan pindah
dari sekolahnya.
jiyeon pov end
***
Gadis
itu menatap ku sedih kemudian berlari meniggalkan ku. aku pun mengikutinya.
Kami berada di luar sekolah. Dia menunggu siwon kecil keluar dari ruang kepsek
sambil menyenderkan badannya didinding gedung sekolah begitu pula aku. tak lama
siwon kecil pun keluar. Jiyeon mencegah langkah ku. aku menatap jiyeon intens
saat itu kemudian berjalan meninggalkannya menemui orangtua ku yang sudah
menunggu ku diluar.
***
Jiyeon pov
Aku berdiri dibalik dinding gedung sekolah. Aku menunggu
siwon keluar dari ruang kepsek. Beberapa saat kemudian siwon keluar dari
ruangan itu. siwon keluar dengan wajah sedih yang tergambar jelas di wajahnya.
aku cegah langkahnya. dia hanya menatap ku tanpa berkata apapun. Kemudian dia
berjalan meninggalkan ku untuk menemui kedua orangtuanya yang sudah menunggunya
diluar.
Aku pun berlari mengejarnya kemudian memanggilnya.
“siwon-ah~~” siwon pun menghentikan langkahnya dan berbalik
kearah ku.
Aku memberikan satu tuts piano yang sudah aku lepas beberapa
waktu lalu dari piano sekolah ku. siwon pun mengambilnya dari tangan ku.
kemudian aku berbalik dan pergi meninggalkannya.
jiyeon pov end
-
Aku
kembali melewati pintu yang sudah membawa ku kembali kemasa lalu ku saat
bersama jiyeon. Aku mengeluarkan sesuatu dari dalam
sakuku. Sebuah tuts piano yang pernah jiyeon berikan kepadaku saat kami
berpisah. Kisah yang tidak bahagia aku hanya bisa menyimpannya lalu ketika aku
merindukannya aku akan kembali mengingatnya.
Mengingat jiyeon, wanita yang pernah aku cintai
yang kini telah pergi meninggalkan ku untuk selama-lamanya.
FIN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar