Jumat, 21 Maret 2014

fanfiction "You belong with me"





don't like, don't read

*******************************************

You belong with me





Cast : min  sae hee, Lee donghae, Im yoon ah
Genre : Romance
Length : one shoot

desclaimer : FF ini hanya fiktif belaka dan 100 % atas dasar imaginasi saya. pemeran dan lain sebagainya adalah milik tuhan dan orangtuanya.... kk~~


-

Sae hee pov



Perkenalkan nama ku min sae hee, aku gadis berumur 19 tahun. aku seorang gadis berkaca mata dan berambut ikal. Jika orang bilang gadis yang sepertiku adalah gadis culun, mungkin memang benar. Inilah aku, si gadis culun.

 aku mahasisiwi tingkat satu di sebuah universitas di korea. Aku mengambil jurusan seni. Entah kenapa aku mengambil jurusan itu, mungkin alasannya karena seseorang. Iya, sudah lama aku menyukai tetangga ku yang sudah aku kenal sejak kecil. Namanya lee donghae. Dia mahasisiwa tingkat tiga dikampusku. Lebih tepatnya dia senior ku. Dia juga mengambil jurusan yang sama seperti ku. Mungkin itulah alasan mengapa aku memilih untuk melanjutkan study ku di universitas myungji.

Seperti malam-malam sebelumnya jika aku bosan aku akan memandang langit malam dibalik jendela kamar ku. Dan biasanya aku akan melihat donghae yang sedang istirahat dikamarnya. Mengingat jendela kamarnya dan jendela kamar ku bersebrangan.

Dan dugaan ku pun benar, donghae terlihat sudah memasuki kamarnya. Dia duduk ditepi ranjang miliknya sambil menatap keluar jendela. Kami pun saling menatap satu sama lain. Tidak lama dia mengeluarkan kertas dari dalam tasnya dan menuliskan sesuatu.
“kau sedang apa?” tulisnya lembaran kertas dan memperlihatkanya kearah ku
“memandang langit” tulisku membalas
“kau terlihat lelah” tulisku kemudian. Tapi belum aku memperlihatkan tulisan ku dilembaran kertas dia sudah menutup tirai jendela kamarnya. Aku pun menghela nafas.
“selamat malam !! mimpi indah” gumamku ku

 sae hee pov End-

Donghae pov

Latihan basket hari ini sungguh melelahkan. Tapi rasa lelahku  terhapus sudah ketika kekasih ku sudah menunggu ku dilapangan. Dia tersenyum ketika aku menghampirinya.
“kau lelah?” tanyanya sambil memberikan handuk dan sebotol air minum untukku
“aniya... ada kau disini aku tidak merasa lelah” kataku sembari mengacak pelan rambut ikal bergelombang milik yoona. “kajja, kita pulang sekarang”
Aku dan yoona pun meninggalkan lapangan basket. Aku pun mulai mengendarai mobil milik yoona.
Sesampainya didepan rumah aku mengecup kening yoona sekilas sebagai tanpa perpisahan malam ini. yoona pun melaju mengendarai mobilnya meninggalkan ku.
Segera aku memasuki rumah dan berlari kekamar ku. Tidak aku pedulikan ketika hyung ku maupun eomma ku menegur ku. Rasa lelah ini benar2 membuat ku ingin segera berbaring di tempat tidur kesayangan ku.


Brukk


Aku rebahakan tubuh ku diatas ranjang kamar ku. Tidak lama aku beranjak dari tempat tidur ku karena melihat jendela kamar ku yang masih terbuka. aku berniat menutupnya. Namun aku urungkan niat ku ketika aku melihat seorang gadis bodoh sedang berdiri menatap langit.
Ingin sekali aku menegurnya. Tapi tidak mungkin aku berteriak malam-malam hanya untuk menegurnya. Aku pun berinisiatif untuk menulis sesuatu dilembara kertas.

“kau sedang apa?” tulis ku pada lembaran kertas dan memperlihatkannya kearah gadis bodoh itu. aku memanggilnya gadis bodoh sejak dia mulai masuk universitas dan jurusan yang sama seperti ku. Bagaimana tidak, dia bahan tidak mempunyai bakat sedikit pun dalam bidang seni. Alasan yang pernah aku dengar kaena ada seseorang yang membuatnya masuk universitas myungji. Entahlah siapa dia. aku juga tidak peduli.

“memandang langit” jawabnya dilembaran kertas.
Aku tutup jendela kamar ku karena udara malam ini sungguh membuat kulit ku bergidik kedinginan. Aku pun melanjutkan aktifitas ku yang sempat terhenti, merebahkan badan ku diatas kasur.

Donghae pov end



***
Sae hee pov
seoul, 07.00 KST
uadar pagi hari diseoul benar-benar membuat ku tidak ingin beranjak dari tempat tidur ku. Aku tarik selimut agar menutupi seluruh badan ku.
Krriing... kriingg....
Suara jam weker benar-benar  mengganggu tidur ku “iya iya, 5 menit lagi” kata ku sambil menarik kembali selimut yang agak menjauh dari tubuh ku.
Kriiingg... kringg...
“aiish, iya.. iyaa.. aku bangun” kata ku sambil menekan tombol off di jam weker ku. Dengan mata yang sedikit sayu aku paksakan untuk bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan badan.

__

Pukul 08.00
Selesai membersihkan badan dan sarapan tadi aku menuju halte bis yang jaraknya sekitar sepuluh menit dari rumah ku. Sesampainya dihalte bis aku duudk disana dan membuka buku mata kuliah yang sudah aku persiapkan. Aku mulai membuka halaman demi halaman buku ku, tidak lama entah dari mana seseorang sudah duduk disamping ku.

“haii... kau sendirian saja?” katanya yang sedikit membuat jantung ku sedikit berdegup kencang

“eum, ne... kau sendiri?” tanya ku pada donghae

“seperti yang kau lihat” ujarnya sambil menyunggingkan senyum manis yang membuat aku tergila-gila padanya. Aku sedikit mencuri-curi pandang kearahnya ketika matanya sedang menyapu jalanan kota. Tidak lama aku menghentikan aktifitas ku ketika donghae oppa brediri dan menghapiri mobil yang sudah berada didepan mata kami.

“chagiya~~” ucapnya sambil menghampiri mobil itu dan duduk disamping ssi yeoja.  Aku kenal siapa dia, Kalau tidak salah namanya yoona. Dia leader cheers dikampus. Begitulah anak-anak cheers pada umumnya, sombong angkuh. Tidak jauh beda dengannya. Dia memang populer dikampus tidak heran jika donghae mencintainya.

“kau lama menunggu ku?” tanya yoona pada donghae sambil mencium pipi kiri namja disampingnya

“aiish, menjijikan” batin ku.

sae hee pov end-



Donghae pov

“donghae-ya, irona palli” suara eomma ku benar2 membuat ku bangun. Tapi aku urungkan niat ku dan melanjutkan tidur. Semenit kemudian donghwa hyungku memasuki kamar ku dan menarik selimut ku agar aku bangun.

“hae-ah, irona” triaknya tepat ditelinga ku. Akupun terpaksa bangun sambil mengusap-usap telinga ku yang berdengung karena ulah hyung ku yang satu ini.

“aaiish, tidak bisakah kau tidak berteriak? Aiishh jinja” gerutu ku

“haha, mian... lagipula siapa suruh kau tidak bangun-bangun” kata hyung ku sambil terkekeh pelan “cepat kau mandi, kau mau terlambat dipertandingan mu eoh?”

“pertandingan? Omo !! hyung, aku lupa” kata ku sambil berlari menuju kamar mandi.

30 menit kemudian aku sudah siap dengan tas ransel dan bola basket ditangan ku. Aku menuju ruang makan dan mencium pipi eomma ku sambil bergegas meninggalkan rumah.

“hae-ya, makan sarapan mu” triakan eomma yang samar-samar pun tidak aku pedulikan. Aku berlari menuju halte bis dekat rumah ku. Aku berhenti ketika dari jarak 5 meter aku menemukan sae hee yang juga sedang menunggu bis dihalte. Aku atur nafas ku yang tersengal-sengal. Aku pun menghampirinya dan duduk disampingnya.

“haii... kau sendiri saja?” tanya ku pada gadis berkecamata itu yang sudah aku duga dia akan terkejut melihat ku tiba-tiba disampingnya.

“ne, kau sendiri?” katanyanya

“seperti yang kau lihat” ujar ku sambil melemparkan senyum Yang siapa saja akan terpikat oleh pesona ku. Termasuk gadis disamping ku ini mungkin.
Mata ku menyapu jalanan kota seoul. Tidak lama seseorang yang sudah aku kenal menghampiri ku dengan mobil yang ia kendarai.

“chagiya~~” ucap ku sambil spontan berdiri kemudian menghampirinya ketika aku tau siapa yeoja didalam mobil itu. aku pun segera masuk mobil sport merah miliknya.

“kau lama menunggu ku?” kata yoona sambil mencium pipi kiri ku. Aku pun meninggalkan halte bersama yoona menuju kampus.

Donghae Pov end-


***
- Myungji university -

Sae Hee pov

Aku regangkan otot-otot lengan ku ketika kelas usai. Aku bereskan semua barang-barang ku dan keluar kelas. Entah kenapa hari ini berbeda dari biasanya. Semua orang berbondong-bondong menuju lapangan basket. Tak mau ketinggalan, aku pun menuju lapangan basket.

Dengan membawa buku-buku ditangan ku, aku ikut berdesak-desakan dengan mahasiswa lain untuk berebut kursi penonton.

Brukk..

Entah siapa yang melakukan tba-tiba aku terjatuh dan buku-buku ditangan ku berserakan. Kaca mata yang biasanya bertengger dikepala ku pun entah kemana, membuat pandangan ku kabur. Dengan tangan ku aku mencoba mencari dimana kaca mata ku.

“gwenchana?” tiba-tiba seseorang mendekati ku dan mebantu ku untuk merapikan buku-buku ku. Sepertinya aku tau siapa orang itu, suaranya aku sangat kenal. Tapi entahlah, suara orang bisa saja sama. Aku masih mencari kaca mata tebal ku untuk melihat siapa orang yang membantu ku merapikan buku-buku ku.

“ahh, kau pasti mencari ini” katanya sambil memberikan kaca mata yang sedari tadi aku cari.

“lain  kali hati-hati. Kada” katanya sambil berlari meninggalkan ku. Aku belum sempat melihat siapa dia, bahkan berterimakasih. Dengan segera aku memakai kaca mata ku dan beranjak menuju lapangan basket.

Aku menuju bangku kosong di sudut kanan tepat di samping pintu keluar. Hari ini ada pertandingan basket kali ini team kampus yang akan melawan team kampus lain. Donghae, iya aku melihat dia di tengah lapangan sana. Aku baru ingat jika donghae oppa adalah kapten team basket kampusnya.
Suara triakan penonton menggema di lapangan. Hampir Semua yeoja meneriaki donghae oppa. tidak terkecali aku. tapi entah kenapa satu teriakan ku mengundang perhatian orang-orang disamping ku. Sambil menatap sinis kearah ku. Tidak aku pedulikan, aku pun kembali menikmati pertandingan.
Pertandingan pun usai, kali ini pertandingan dimenangkan oleh team donghae oppa. 

semua bersorak untuknya. Akuu pun tersenyum ketika donghae oppa dan kawan-kawannya merayakan kemenangan mereka. Tidak lama donghae oppa menoleh kearah bangku penonton dan mendapati ku sedang memperhatikannya. Dengan malu-malu akupun menundukan kepalaku agar donghae oppa tidak melihat ku. Tapi terlambat donghae oppa memang sudah melihat ku dan diapun tersenyum kearah ku.

Donghae oppa bersama teamnya keluar lapangan, aku pun mengikutinya melewati pintu yang berbeda. Sadar ada yang mengikutinya donghae oppa pun menghentikan langkahnya dan menengok kebelakang.

“kau mengikuti ku?” tanyanya.

“aa—aaniya~~”  jawab ku gugup

“yasudah kalau begitu” ujarnya sambil meninggalkan ku. Tidak lama dia menghentikan langkahnya kembali ketika dia melihat yoona dan seorang namja sedang berpelukan di depan matanya. donghae oppa pun menghampiri meraka.

“yoona-ah” ujarnya seketika mereka menghentikan aktifitasnya.

“oppa~~”

“sedang apa kalian berdua? Yak !! neo~~” ucap donghae sambil menunjuk kearah yoona. Donghae oppa yang masih geram itu pun pergi meninggalkan mereka berdua.

Chakkaman !! bukankah namja itu lee seung gi oppa? aah, benar dugaan ku dia seung gi oppa. dia ketua BEM kampus. Lalu apa mereka ada hubungan sebelumnya? Mereka berpelukan begitu mesra. Keundae, donghae oppa eottokke?

Ahh, banyak sekali pertanyaan dikepalaku. Entahlah lagipula bukan urusan ku.


Sae hee pov end



Donghae pov

Sesampainya dikampus dengan ditemani yoona aku langsung menuju lapangan basket untuk bersiap-siap. Ditengah jalan yoona memilih meninggalkan ku. Entahlah mungkin dia ingin sejenak bersama teman-temannya.

Saat aku hendak ingin memasuki lapangan aku melihat seorang yeoja terjatuh. Aku pun menghamiri yeoja tersebut yang ternyata adalah sae hee. Aku membantunya merapikan buku-bukunya yang berseakan dimana-mana. 

“gwencahana? Kataku. Tapi sepertinya dia sedang mencari sesuatu. Saat aku menemukan barang yang mungkin sedang ia cari, dengan segera aku memberikannya

“kau pasti sedang mencarai ini” ujar ku sambil memberikan kaca mata berbingkai tebal miliknya. “lain kali hati-hati. Kada!!” lanjutku kemudian pergi meninggalkannya.

Saat aku memasuki lapangan mata ku terus saja ingin sekali melihat kearah bangku penonton. Entah kenapa aku mencemaskan sae hee. Apa dia baik-baik saja? aisshh, aku bahkan melupakan yeoja chingu ku, yoona...

Aku menghentikan pandangan ku ketika aku menemukan orang yang aku cari sedang duduk di bangku paling ujung. Aku lega melihatnya baik-baik saja setelah insiden kecil diluar.

Wasit membunyikan peluit tanda pertandingan berakhir. Pertandingan pun dimenangkan oleh team ku. Ah, lega dan bahagianya aku bisa mengharumkan nama kampus ku. Saat kami sedang merayakan kemenangan diengah lapangan aku kembali melihat kearah bangku penonton. Sae hee masih disana. dia masih mengikuti pertandingan ku sampai akhir. Entah perasaan ku berbeda kali ini. omo !! apa yang kau lakukan donghae? Ingat aku sudah mempunyai yeoja chingu. Chakkamen, Tapi dimana yoona?

Aku dan team ku pun meninggalkan lapangan. Ketika aku mendengar derap langkah kaki dibelakang ku. Seperti ada yang sedang mengikuti ku. Aku pun menoleh dan benar.

“kau mengikuti ku?” ujar ku mnyelidik pada gadis berkaca mata dengan rambut bergelombang yang ia ikat kesamping.

“aa—aniya” jawabnya terbata.

“yasudah kalau begitu” kata ku sambil melenggang meninggalkannya.

Baru beberapa langkah aku meninggalkan sae hee. Kaki ku terhenti keika aku mlihat yoona berpelukan dengan seorang namja yang aku kenal. Dia sahabat ku, seung gi. aku pun menghampiri mereka. 

“oppa~~” ucap yoona sambil menyingkirkan tangan seung gi yang sedang melingkar di bahunya.

“apa yang kalian lakukan? Yak !! neo~~” kata ku dengan sedikit geram sambil menujuk kearah yoona. Ingin sekali aku membunuh keduanya. Terlebih yoona, dia benar-benar sudah mengkhianati ku.

Donghae pov end-



Sae hee pov

Tugas-tugas dari dosen tadi pagi benar-benar membuat ku gila. Aku bahkan tidak konsen mengerjakannya gara-gara aku terlalu memikirkan kejadian tadi sore. Bagaimana keadaan doghae oppa sekerang? Apa dia baik-baik saja?

Aku beranjak dari buku-buku yang tergeletak dimeja belajar ku menuju jendela kamar ku. Aku buka jendelanya dan aku hirup udara malam. Aku menatap intens jendela kamar donghae oppa, berusaha menemukan seseorang disana.

Lima menit kemudian aku melihat donghae dengan masih mengenakan baju seragam team basketnya merebahkan diri diatas kasur sambil memainkan bola basket ditangannya.

Tidak lama dia beranjak dari tempat tidurnya menuju jendela kamar miliknya. Lagi-lagi dia tersenyum kearah ku. Aku berusaha menghindari kontak mata dengannya. Walaupun aku tau jarak kami jauh, tapi aku bisa merasakan tatapan mata tajamnya.

“kau sedang apa?” kembali dia menuliskan sebuah kalimat dilembaran kertas dan memperlihatkannya pada ku

“aku sedang belajar” tulis ku

“apa kau akan datang ke party lusa?”

“entahlah”

“aku menginginkan kau ada disana” tulisnya. Saat aku ingin menuliskan balasan untuknya dan meperlihatkannya, tiba-tiba dia hilang dari pandangan ku. Aku pun melipat kembali kertas yang aku tulis. mungkin sekarang bukan waktunya aku memperlihat kannya.

Donghae oppa menginginkan ku untuk berada di party lusa. Itu artinya aku harus mempersiakan diri untuk party kampus. Aku pun membuka lemari pakainan ku dan mencari gaun yang pantas untuk aku pakai. Aku mulai mencoba satu persatu gaun yang aku punya. Sambil sesekali aku bernyanyi dan berteriak kegirangan.

Sae Hee pov end 


Donghae pov

Setelah pertandingan tadi aku sangat lelah dan memutuskan untuk pulang kerumah daripada merayakan kemenangan bersama teman-teman ku. 

Aku rebahkan tubuh ku diatas kasur kamar ku sambil memain-mainkan bola basket ditangan ku. Pikiran ku teringat akan sae hee. Aku menatap jendela kamarku sekilas dan beranjak dari kasur menuju jendela. Benar saja, seperti biasanya saehee sedang menatap langit malam seperti biasanya. Aku kembali menuliskan beberapa kata untuknya.

“apa yang sedag kau lakukan?” tulisku

“aku sedang belajar” jawabnya dilembaran kertas

“apa kau akan datang ke party lusa?”

“entahlah”

“aku menginginkan kau ada disana” tulisku. Ingin sekali aku menuliskan beberapa kata lagi untuknya tapi aku urungkan niat ku untuk memperlihatkannya sekarang. aku simpan kembali gulungan kertas yang sudah aku tulis beberapa kata disana.

Aku keluar kamar ketika eomma memanggilku untuk makan malam.

 Setelah selesai makan malam bersama keluarga ku aku pun kembali kekamar ku. Aku mendengar suara saehee sedang bernyanyi di seberang kamar ku. Saat aku melihatnya dia sedang melompat-lompat diatas kasurnya. Aku tersenyum melihat tingkah konyolnya. Sepertinya dia tidak menyadari jika aku sedang memperhatikannya. Dasar pabo !!

Donghae pov end-

 
***
Sae hee pov

Lagi-lagi aku dipusingkan dengan piliha untuk datang kepesta itu atau tidak. Sepertinya aku memang tidak pantas berada disana. meraka para wanita pasti akan berdandan untuk datang kepesta itu. memakai gaun, dengan make up di wajahnya. Ahh, tapi aku tidak bisa seperti mereka. Jangankan memakai gaun, berdandan un aku tidak terbiasa. Mungkin ini alasan para namja tidak tertarik kepada ku.

Aku menghela nafas panjang sambil menyangga muka ku dengan kedua tangan ku diatas meja. Aku lirik sekilas jendela kamar ku sebelum aku melanjutkan menyibukkan diri dengan buku-buku tebal dihadapan ku.

Aku terkejut ketika jendela kamar ku seperti ada yang melempari sesuatu. Aku pun menoleh keasal sumber suara dan beranjak dari tempat ku duduk menuju jendela. Donghae oppa sudah berdiri dengan setelah tuxedo hitamnya dibalik jendela kamarnya dengan menunjukan sebuah tulisan.

“kau tidak pergi?” tulisnya

“sepertinya tidak” tulisku sambil menggelengkan kepala dan memperlihtakan kertas yang sudah aku tulis. 

“terserah kau saja” kalimat itu mengakhiri percakapan ku dengan donghae oppa. dia pun pergi.

Sae Hee pov end-

 

Donghae pov

Aku sudah siap dengan toxedo hitam yang membalut tubuhku. Selesai berdandan aku menuju jendela bermagsud untuk menutupnya tapi aku urungkan niat ku ketika aku melihat saee hee sedang sibuk dengan buku-bukunya.

Aku lempari kaca jendelanya dengan batu yang entah darimana datangnya sudah ada dikamarku, agar dia melupakan buku-bukunya sejenak dan melihat ku.

Tidak lama sae hee pun melihat ku sudah berdiri di jendela kamar ku sambil membawa kertas dan memperlihatkannya.

“kau tidak pergi?” tulis ku

“sepertinya tidak”

“terserah kau saja” kataku menyerah.

Donghae pov end-

 
--
Sae hee pov

Aku kembali dengan buku-buku dihadapan ku. Sembari menimbang-nimbang untuk pergi atau tidak. Tanpa pikir panjang aku pun segera menuju lemari pakaian ku dan mengenakan gaun yang sebenarnya sudah aku persiapkan. Aku mulai memoles bagian-bagian wajahku. Dengan sentuhan terakhir aku menggerai rambut ku dan melepas kaca mata tebal ku.


**** party ****


Dengan percaya diri aku memasuki aula tempat party digelar. Mata ku mulai menyapu sudut demi sudut tempat itu. semua orang melihat ku dengan tatapan kagum. Entah karena apa, mungkin karena penampilan ku yang berbeda dari biasanya.

Aku berjalan menyusuri kerumunan orang yang sedang menikmati alunan music. Langkah ku terhenti ketika aku menemukan seseorang yang aku cari. Dia juga melihat ku. Dia pun meninggalkan teman-tamannya dan menghempiri ku. Tapi yoona tiba-tiba mencegahnya. Dihempaskannya tangan yoona begitu  saja. tanpa memikirkan yoona, donghae pun melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.

Ketika dia sudah berada dihadapan ku, dia mengeluarkan lipatan kertas dari balik saku jasnya. Dia pun memperlihat kan kertas yang bertuliskan “I LOVE YOU” kehadapan ku. Begitu juga aku. aku keluarkan lipatan kertas yang aku bawa yang beberapa waktu lalu ingin aku perlihatkan padanya. Mungkin inilah moment yang tepat. Kertas bertuliskan “I LOVE YOU” aku perlihatkan dihadapannya. Kami pun saling bertatap dan melempar senyum satu sama lain.

“tuan putri, maukah kau berdansa dengan ku?” tanya nya sambil mengulurkan tangan kanannya.

“iish, kau ini. tentu saja” kata ku sembari meraih tangan kanan donghae.

Kami pun berdansa didiringi alunan music.

Sae Hee pov end- 

Donghae pov

Sebenarnya aku kecewa ketika dia bilang dia tidak akan datang. Aku benar-benar berharap dia akan datang dipesta malam ini.

Aku menuju aula kampus dan bergabung dengan teman-teman ku. Acara sungguh sangat meriah. Tapi aku merasa sepi disini. Entahlah, apa karena sae hee tidak akan datang?

Ditengan acara aku melihat seorang yeoja dengan gaun putih tulang sedang menatap kearah ku. Aku tau siapa dia. diakah sae hee? Penampilannya sungguh berbeda dari biasanya. Dia terlihat cantik malam ini. pantas saja semua orang menatapnya kagum. Sae hee yang kesehariannya dengan kaca mata tebal tanpa make up  sedikit pun dan rambut dikepang kini sungguh berbeda. Tanpa kaca mata tebal, dan rambut dikepang.

Aku menghampirinya, tapi yoona menahan ku. Dengan sigap aku hempaskan tangannya dan tidak aku pedulikan. Aku pun menghampiri sae hee. Aku mengeluarkan lipatan kertas dari balik jas ku dan memperlihatkan tulisan yang sudah lama aku tulis untuknya “I LOVE YOU”. Di pun melakukan hal yang sama, mengeluarkan kertas dari dalam tasnya. Dia memperlihatkan kertas yang dia bawa dengan tulisan “I LOVE YOU”.

Kami pun bertatapan sembari melemparkan senyum satu sama lain. Aku pun mengajaknya berdansa dan mengulurkan tangan kanan ku berharap dia mau meraih tangan ku. Tidak lama diapun menuruti ku dan meraih tangan kanan ku. Kami pun berdansa diiringi alunan music klasik.

END-






Tidak ada komentar:

Posting Komentar